intnya qta smuaitu saudra se hati dan se jiwa bsa d blng kya gtu..
![]() | |
| denah desa gondo |
inilah peta desa gondo.. inipn kmi tdk mlbtkan dukud maupn dsun d sektr dsa kami..
d kmpng kami jga ada sepak bola .. yaitu nmanya PSSM ( ps sinar muda )..
yah biarpn msh dduk d dvsi 2 kab BATANG ( jawa tengah ) d bwah ini sekuat ps snar muda ..
ps sinar muda senior 2012
yang ini ps JUNIOR.. 2013
YAH,biarpn trkdng team kami terseok2 kami pra remja ttp stya mundukung nya..
ada pla hal yang lain,, di lakkan pra anak2 rmja dsa kmi.. slh satunya yaitu KARANG TARUNA..
ya nmanya msh remja terkdng yg qta,, kerjain ada pro dan kontra..
tpi kami smua hdpi dngn snyman sabr dan tk arogan hehe
KARANG TARUNA DESA GONDO TAHUN 2012
ADA pun tiap thun ank2 remja yah,, sering tour ke daerah pegunungan cntohnya ke (dieng ) ..
okeyyy.. sekian dulu dari kami .. washalam..
ttd
COMANDO
( Comunitas Anak Gondo )
Mitos Gua Aswatama di Pantai Ujung Negoro Batang Jawa Tengah - Pantai Ujung Negoro
ini memiliki kharisma ganda, selain menawarkan wisata alam, disini juga
menyajikan wisata budaya. Di bagian lain pantai ini menyimpan
peninggalan sejarah, yaitu pemakaman Syeh Maulana Maghribi dan Gua
Aswatama. Makan Syeh yang diyakini sebagai penyebar Islam di daerah ini.
Makam ini selalu ramai dikunjungi peziarah, terutama pada tanggal 15
Sapar (penanggalan Jawa) dimana digelar selamatan untuk Syeh Maulana.
Sedangkan Gua Aswatama sendiri memiliki legenda yang melekat di
masyarakat. Alkisah pada perang Bharatayuda, seorang Pendeta Durna
kalah melawan Pandawa. Sebagai upaya balas dendam, anak pendeta tersebut
yang bernama Aswatama mengejar Pandawa hingga pantai Ujung Negoro.
Tanpa hasil, Aswatama bersemedi di salah satu gua dengan berdoa pada
sang Ibu di kayangan, yaitu Dewi Wilutama. Sang Dewi pun turun dan
memberi kekuatan pada anaknya agar bisa menyusul Pandawa di Jonggring
Saloka (Dieng).
Dewi Wilutama menyusuh Aswatama menggali tanah agar menembus ke tempat
Pandawa berada dengan syarat tidak boleh menengok ke belakang selama
proses penggalian. Singkat cerita, Aswatama pun menggali sejauh yang dia
mampu. Namun, dia tergoda untuk mengingkari janjinya untuk tidak
menengok ke belakang. Lalu pada saat itu juga hasil galiannya kembali
seperti semula. Dengan kesal, Aswatama membelokkan galiannya ke daerah
Batur. Dan gua Aswatama itulah yang menjadi titik pertama penggalian.
Hingga kini, legenda gua tersebut masih diyakini namun tidak dapat
dipastikan kebenarannya.
Selama ini memang masih terjadi kontroversi siapa yang dimakamkan di Ujungnegoro tersebut. Sebagian kalangan menyebut makam tersebut hanyalah sebuah petilasan karena di daerah Batang sendiri ada dua tempat yang dianggap masyarakat sebagai makam Syekh Maulana Maghribi. Pertama di Ujungnegoro, dan kedua di Wonobodro, Kecamatan Blado, Batang. Sebagian kalangan lain menyebut, tempat tersebut hanya merupakan tempat petilasan semata.
Tempat makam tersebut dibagi dua, dipisahkan oleh pintu yang dibiarkan terbuka. Yang pertama adalah tempat yang lumayan luas untuk berdoa, dan yang kedua adalah tempat makam itu sendiri. Tempat Ujungnegoro sendiri sebagai sebuah tempat ziarah sangatlah indah. Makam tersebut berada di sebuah bukit di Gua Aswatama, di bibir pantai Ujungnegoro. Anak tangga melingkari bukit tersebut hingga para peziarah setelah berdoa, bisa langsung ke bawah menikmati deburan ombak pantai. Dari pantai Ujungnegoro, bangunan Makam Syekh Maulana Maghribi terlihat dari bawah. Pantai Ujung Negoro Batang Jawa Tengah diambil dari akun Facebook Viana Civa
Selama ini memang masih terjadi kontroversi siapa yang dimakamkan di Ujungnegoro tersebut. Sebagian kalangan menyebut makam tersebut hanyalah sebuah petilasan karena di daerah Batang sendiri ada dua tempat yang dianggap masyarakat sebagai makam Syekh Maulana Maghribi. Pertama di Ujungnegoro, dan kedua di Wonobodro, Kecamatan Blado, Batang. Sebagian kalangan lain menyebut, tempat tersebut hanya merupakan tempat petilasan semata.
Tempat makam tersebut dibagi dua, dipisahkan oleh pintu yang dibiarkan terbuka. Yang pertama adalah tempat yang lumayan luas untuk berdoa, dan yang kedua adalah tempat makam itu sendiri. Tempat Ujungnegoro sendiri sebagai sebuah tempat ziarah sangatlah indah. Makam tersebut berada di sebuah bukit di Gua Aswatama, di bibir pantai Ujungnegoro. Anak tangga melingkari bukit tersebut hingga para peziarah setelah berdoa, bisa langsung ke bawah menikmati deburan ombak pantai. Dari pantai Ujungnegoro, bangunan Makam Syekh Maulana Maghribi terlihat dari bawah. Pantai Ujung Negoro Batang Jawa Tengah diambil dari akun Facebook Viana Civa

Pantai Ujung Negoro Jawa Tengah
Pantai Ujung negoro merupakan Sebuah kawasan pantai utara Batang yang terletak 14 km arah timur laut dari Kota Batang, Jawa Tengah. Pantai ini dekat dengan jalur darat utama, yaitu Jalan pantura.Pantai Ujungnegoro yang terletak di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Tulis ini, dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Untuk mencapai lokasi kita harus menempuh jarak sekitar 7 kilometer dari pertigaan jalur Pantura-Tulis atau 100 meter sebelah timur SPBU Kandeman, Tulis.
Pada bagian tepi pantai Ujung negoro ini memiliki ketinggian 14 m dari permukaan air laut, yang jarang terdapat di sepanjang pantai utara Jawa.
Ketika anda berada Pantai Ujungnegoro ini, pengunjung akan mendapati keadaan lingkungan yang bersih, dan sangat menyenangkan apabila di telusuri di pesisir pantai dengan telanjang kaki, dan juga sangat pas dijadikan sebagai tempat untuk menghabiskan waktu untuk mengembalikan fresh ditubuh kita.
Pasirnya yang berwarna cokelat sangat mencerminkan jati dirinya yang khas dari utara Jawa. Namun, pantai yang bersinggungan langsung dengan bukit ini, memiliki hamparan bebatuan dan karang.
Kita tidak perlu khawatir bukit yang bersinggungan dengan pantai ini akan longsor karena di sekeliling bukit sudah diberi beton dan dibuat tangga untuk pendakian. Di bawah bukit, terdapat gua kecil yang bernama Gua Aswatama. Gua ini tidak terlalu dalam, tetapi termasuk dalam tempat yang sering digunakan untuk mengabadikan pemandangan gua ini.
Pantai Sigandu terletak di Desa Klidang Lor
Kecamatan Batang. Wilayah paling utara dari kota Batang. Sigandu
tergolong pantai landai, dengan ombak yang tidak begitu besar.
Lokasinya berjarak sekitar 4 km dari alun-alun kota Batang.
Di Pantai Sigandu tersedia fasilitas arena playground untuk anak-anak, lapangan voli untuk para remaja, serta berderet kafe dan warung bercorak tradisional yang menawarkan beragam menu khas. Antara lain nasi megono dengan lauk gimbal rebon.
Bagi yang sekadar ingin menikmati temaram matahari surut (sunrise) pun bisa duduk berlama-lama di shelter yang kokoh dan aman. Untuk yang gemar memancing bisa menyalurkan kegemarannya itu di kolam pemancingan. Ada juga hutan cemara yang cukup teduh nan berudara bersih.
Selain itu juga terdapat arena outbond berupa Flying Fox dan juga motor ATV Tour. Saat ini juga sedang dilakukan kerjasama dengan Taman Safari Indonesia dengan pembangunan kolam lumba-lumba atau semacam sea world dan tempat rekreasi modern.
Di Pantai Sigandu tersedia fasilitas arena playground untuk anak-anak, lapangan voli untuk para remaja, serta berderet kafe dan warung bercorak tradisional yang menawarkan beragam menu khas. Antara lain nasi megono dengan lauk gimbal rebon.
Bagi yang sekadar ingin menikmati temaram matahari surut (sunrise) pun bisa duduk berlama-lama di shelter yang kokoh dan aman. Untuk yang gemar memancing bisa menyalurkan kegemarannya itu di kolam pemancingan. Ada juga hutan cemara yang cukup teduh nan berudara bersih.
Selain itu juga terdapat arena outbond berupa Flying Fox dan juga motor ATV Tour. Saat ini juga sedang dilakukan kerjasama dengan Taman Safari Indonesia dengan pembangunan kolam lumba-lumba atau semacam sea world dan tempat rekreasi modern.














